Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

31 Juli 2011

Catatan Perjalanan, Jakarta-Yogya-Jakarta



Mungkin inilah perjalanan paling menantang untuk saya yang telah relatif berumur ini. Dalam hal perjalanan ini yang saya maksudkan tidak hanya selalu saya sebagai individu, tetapi juga kendaraan yang saya pakai dan durasi yang kita alikasikan. Tiga hal pokok yang menjadi pemikiran dan akhirnya kenyataan pada perjalanan yang kami lakukan pada akhir Juni 2011 lalu. Dan sebagai orang ndeso, tiga hal itulah yang selalu menantang.


Berumur dan Durasi

Sebuah realita yang tidak dapat dipandang biasa saja atau sama saja. Maksud saya, ketika masih usia muda, melakukan perjalanan sejauh itu, saya lakukan dengan penuh semangat dan kecepatan penuh. Tak perduli jalanan yang penuh tambalan atau kendaraan yang telah berusia atau bahkan dengan durasi waktu yang tidak panjang sekalipun. Seingat  saya, saya pernah bersama satu anak dan ditemani adik, menmpuh perjalanan sejauh itu meski hanya libur di hari Senin atau hari Jumat saja. Dan anehnya tetap nikmat meski hari keempatnya, saya telah aktif berada di kantor.

Bagaimana dengan sekarang? Tidak jauh berbeda sebenarnya. Semangat untuk pulang kampung selalu saja menyala. Dengan apapun atau bagaimanapun. Namun penurunan daya tahan untuk terus 'menikmati' jalan, kadang saya sendiri merasakan untuk dipaksakan. Meski kesadaran untuk istirahat selalu menjadi menu. Tidur, misalnya. Jadi, ada perbedaan kan? Belum lagi jikalau jalanan yang tidak kondusif untuk sebuah perjalanan jauh serta kemacetan.

Satu hal yang menjadi catatan penting dalam setiap perjalanan, baik saat dulu atau sekarang, yaitu tidak grosa-grusu. Tidak biayaan. Tidak pecicilan. Tidak sembrono. Karena dalam setiap perjalanan itu, saya selalu menikmatinya tiap centinya. Tiap jengkalnya. Karena saya menyenangi proses selain tujuan. Jadi durasi waktu yang dialokasikan dalam perjalanan menjadi penting bagi saya.

Ideal bukan? Permasalahannya, durasi juga bergantung kepada waktu pakansi. Artinya seberapa lama kita memiliki hari bebas hingga kita dapat secara leluasa menggunakannya untuk sebuah perjalanan? Inilah yang juga membedakan saat saya banyak libur atau sedikit libur. Tapi inilah kenyataan yang ada, yang telah menjadi milik saya.

Jakarta-Yogya-Jakarta, Juli 2011.

Keterangan gambar: Salah satu sudut di Pantai Kukup, Wonosari, Yogyakarta.

Tidak ada komentar: