Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Pembaca, terima kasih untuk membuka lembaran catatan perjalanan saya ini. Semoga Anda mendapatkan sesuatu yang positif darinya. Namun jikapun tidak, semoga Anda tidak merasa telah membuang waktu Anda dengan sia-sia. Semoga kita selalu dibukakan pintu kemudahan dan kekuatan dalam menunaikan tugas kita masing-masing. Amin.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

15 Juli 2016

Mudik 2016 #14; Wisata

Mudik bagi saya dan keluarga adalah wisata. Apakah itu mengunjungi lokasi wisata yang ada di sekitar kampung halaman. Mencoba sesuatu yang ingin kami ketahui lebih jauh lagi. Atau seperti teman-teman pemudik yang lain, menyantap makanan yang memang unik yang ada di lokasi tujuan mudik. Begitulah kira-kira hal yang kami lakukan pada kegiatan udik tahun ini, 2016.
"Perjalanan' menuju Goa Japang yang berlokasi di daerah Gunung Merapi, Kaliurang, DI Yogyakarta

Dimana, tahun 2016 ini, saya harus mudik di dua lokasi yang berdekatan. Orangtua yang berdomisili di daerah Purworejo, Jawa Tengah sebagai lokasi pertama dan utama tujuan mudik saya. Dan juga di Sleman, DI Yogyakarta sebagai lokasi kedua saya, dimana disana tinggal anak dan cucu saya.
Menemani anak membuka dan memakan kenthos, yang ada pada tunas kelapa.
Dan dalam dua lokasi yang berbeda dan berdekatan itulah kami menikmati hari-hari mudik bersama keluarga besar yang ada, yang kebetulan sama-sama melakukan perjalanan mudik. Termasuk diantaranya menemukan menu kuliner baru, seperti Tengkleng Gajah, Angkringan Gajah, Sate Kelinci, atau Bacem Kepala Kambing.
Foto bersama Pak Haji Sukirman (Foto paling kiri), pencetus kuliner Bacem Kepala Kambing yang berlokasi di belakang Pasar Kolombo, Jalan Kaliurang Km 7, Sleman, DI Yogyakarta.
Jakarta, 15.07.2016

Tidak ada komentar: