Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

19 Juli 2017

Mudik 2017 #3: Purwaceng

Ada yang berbeda dengan mudik saya pada Libur Idul Fitri 1438 H/tahun 2017 ini, selain karena saya pulang kampung sendirian dengan waktu yang sudah bukan lagi masa Idul Fitri, juga karena saya bertemu teman-teman sekolah disaat kami semua muda. Ya, saya pulang kampung dalam rangka menghadiri reuni sekolah, yang lokasinya tidak di sekolahan dimana kami bersekolah dulu, tetapi di rumah salah satu sahabat saya dulu di daerah Wonosobo.

Lokasi persisnya ada di sebelah selatan hutan damar yang ada di kecamatan Sapuran, Wonosobo. Juga berdekatan dengan kebun teh serta wisata alam Tambi, di Sapuran. Jadi udaranya amat sangat sejuk. Air selokannya berlimpah. Sehingga ikan-ikan menjadi nyaman berkembang biak.

Namun jauh sebelum pertemuan berlangsung, kami selalu diprovokasi di dalam grup sosmed, berkenaan dengan apa yang dapat kita lakukan nanti di Sapuran itu. Termasuk antara lain adalah membeli oleh-oleh yang khas Wonosobo. Bahkan ada yang menyebut oleh-oleh khas selain carica adalah purwaceng itu.

Sebuah kosa kata yang hampir semua dari kami baru mendengarnya sekali itu saja. Maka penasaran sekali saya dengan benda yang tiba-tiba menjadi topik diskusi yang hangat di forum grup kami itu. Tidak hanya kami yang telah berpuluh tahun meninggalkan kampung halaman saja yang tidak paham dengan apa yang dimaksud. Tetapi juga teman-teman yang tetap tinggal di kampung halaman seusai menamatkan Sekolah Pendidikan Guru.

Dan saking penasarannya, maka ada seorang teman yang menjelaskan benda apa yang dimaksud dengan lebih vulgar. Dijelaskannya bahwa itu adalah semacam penambah vitalitas pria.

Lalu karena begitu penasarannya, saya bersama sahabat yang datang dari Bengkulu, sengaja menuju Pasar Kretek yang kebetulan hanya berjarak lebih kurang 20 menit dari lokasi kami bertamu tersebut untuk melihat secara langsung kemasan obat vitalitas tersebut. Termasuk kemudian, saya mengambil foto dan meng-up load-nya di forum diskusi kami.

Apa implikasinya? Heboh...

Jakarta, 19 Juli 2017.

Tidak ada komentar: