Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

21 Desember 2016

Dialog tentang Pilihan

"Siapa kandidat yang akan kamu pilih? Mengapa kamu memilihnya?" tanya saya kepada serombongan para pemilih di papan display visi dan misi dari tiga kandidat, yang ditempel di lorong dengan lokasi pemilihan pada suatu hari. Masing-masing kandidat, dalam poster mereka, tercatum visi dan misinya serta foto pribadinya. Saya sendiri memang baru melihat poster itu terpasang pada saat kami bertemu. Dan karena baru melihatnya, maka terdorong rasa ingin tahu, saya mencoba mencermati dan membaca apa yang tertera dari masing-masing kandidat.

Ada tiga anak perempuan yang berhenti lalu mencoba menjawab apa yang telah saya lontarkan kepadanya. Saya tetap menunggu karena memang rasa ingin tahu saya terhadap kesan dan pendapat anak-anak terhadap kualitas dari 3 orang kandidat yang dijagogakan dalam pemilihan menjadi ketua Student Council, di SD yang adalah setara dengan OSIS di sekolah pada umumnya.

"Saya tertarik untuk kandidat yang ini Pak. Menurut saya dia visi dan misinya bagus. Dia religius sekali. bagus pak untuk sekolah kita." Jawab seorang anak yang masih duduk di kelas empat. Dia mengemukakan itu dengan spontan.

Mendengar jawabannya yang mantap, maka saya segera membaca semua yang ditulis oleh dan tentang ketiga kandidat tersebut. Saya coba membandingkannya. Dan saya menemukan apa yang menjadi argumen buat anak-anak ketika mereka akan memilihnya di pemilu dalam pemilihan ketua Student Council tahun 2017 yang jatuh pada Senin, 19 Desember 2016.

Pada hari yang berbeda, saya mencoba untuk mengulik informasi, atau pendapat, atau argumentasi, dari rombongan anak yang lain, yang kebetulan bertemu di lorong sekolah yang sama. 

"Siapa kandidat yang akan kamu pilih? Mengapa?" Lalu kembali saya mendapat jawaban bagus dari rombongan anak tersebut. Katanya; "Saya akan memilih, mungkin yang ini atau mungkin yang itu Pak. Tapi tidak akan memilih yang ini." Jawabnya dengan lancar sembari menunjuk-nunjuk poster dengan jari telunjuknya. 

"Karena kalau yang ini terlalu keras Pak. Saya yakin bahwa tidak semua orang, terutama anak perempuan yang tidak sependapat dengan dia. Walau saya menghargai kalau visi dan misinya memang bagus untuk sekolah seperti sekolah kita. Tetapi tidak semua anak akan bisa melakukannya."

Saya terdiam dan mencoba mengkaitkan apa yang menjadi visi dan misi dari ketiga kandidat tersebut dengan apa yang diungkapkan oleh anak tersebut. Dalam hati daya merasa bangga dengan apa yang diungkapkan anak-anak tersebut. Mereka pandai mengemukakan pendapatnya. Hebat!

Jakarta, 21.12.2016

Tidak ada komentar: