Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Pembaca, terima kasih untuk membuka lembaran catatan perjalanan saya ini. Semoga Anda mendapatkan sesuatu yang positif darinya. Namun jikapun tidak, semoga Anda tidak merasa telah membuang waktu Anda dengan sia-sia. Semoga kita selalu dibukakan pintu kemudahan dan kekuatan dalam menunaikan tugas kita masing-masing. Amin.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

05 September 2016

Pergi ke Semarang #2; Lawang Sewu

Site-plan pembangunan jaringan kereta api yang dibuat di Belanda.
Di ambil dari diorama yang terpajang di salah satu ruangan Museum Lawang Sewu
Tidak banyak yang saya ketahui berkenaan dengan destinasi di Semarang, khususnya juga tentang Lawang Sewu. Sebuah bangunan yang dahulunya menjadi lokasi dimana para penguasa Belanda 'membangun' jaringan kereta api untuk kebutuhan transportasi. Dan meski beberapa kali saya melintas di depan gedung tersebut, baru Sabtu, 27 Agustus 2016 malam lalu saya berkesempatan masuk dan berkunjung di lokasi.
Tokoh-tokoh yang berada di balik pembangunan kereta api di 'Hindia Belanda'.
Ada terpampang beberapa rencana pembangunan jaringan kereta api yang dibuat Belanda saat itu. Baik jaringan yang direncanakan dibangun di Pulau Jawa, Madura, Sumatera, Sulawesi, juga para tokoh yang menaungi perencanaannya itu.

Tampak salah satu sisi Lawang Sewu dari halaman bagian dalam gedung di waktu malam.
Berkunjung ke Lawang Sewu yang pada awalnya adalah sebuah gedung instansi pemerintahan Belanda di Semarang, maka sekaligus juga melihat keterpaduan pembanguan sebuah kota pantai yang berada di dataran rendah, dengan udara yang terik. 

Jakarta, 5 September 2016.

Tidak ada komentar: