Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

06 September 2016

Menemani 'Perubahan' Guru #32; Menolak Ikut Forum Diskusi

Beberapa waktu lalu saya harus kecewa terhadap apa ketidaksiapan teman-teman dalam mengikuti sebuah ajakan kemajuan yang ditawarkan oleh lembaga lain kepada saya secara gratis. Penawaran berupa forum diskusi calon pemimpin sekolah, yang mana saya benar-benar menginginkan forum semacam itu, yang pastinya akan memberikan manfaat besar bagi para guru-guru bagus di lembaga dimana saya berada untuk ikut serta dalam forum tersebut. Namun harapan saya harus terkubur satu hari sebelum hari pelaksanaan kegiatan tersebut berlangsung.

Hal ini karena pada beberapa hari sebelumnya saya telah menyampaikan berita berupa penawaran kegiatan yang dimaksud kepada para calon pemimpin sekolah di lembaga saya, untuk dapat hadir. Dan karena forum tersebut akan dihadiri oleh orang-orang prosfektif dan kompetitif bagi sekolah swasta seperti kami, maka saya berharap sekali ada beberapa teman yang dapat ikut serta.

Tampaknya, harapan saya untuk dapat mengikutsertakan teman-teman yang saya anggap memungkinkan untuk dapat menerima estafet kepemimpinan di sekolah pada tahun-tahun berikutnya tinggal harapan. Sebagaimana yang saya sampaikan di atas, maka satu demi satu dari teman-teman yang direkomendasikan datang dengan membawa argumentasi bahwa ia tidak dapat hadir dalam forum yang saya tawarkan. 

Saya mengangguk atas apa yang disampaikan mereka satu persatu. Dan saya menangkap dengan jelas apa yang sesungguhnya ada di balik argumentasi tersebut. Saya mencoba memahami alasan mereka. Sekaligus berfikir siapa lagi teman-teman guru yang layak menggantikan kami di bagian pimpinan sekolah. Tentunya sekolah yang memiliki daya saing yang kompetitif.

Saya jadi teringat apa yang dijalani teman saya di awal karir dia, di waktu usianya masih di bawah 35 tahun, sehingga sekarang ia mampu mengelola pembangunan gedung 7 lantai! Teman saya yang di usia itu telah mampu membuat orang lain iri karena dengki atas tambahan pekerjaan yang dilakukannya atas nama tugas. Teman yang orang lain jarang mampu melihatnya kalau ia tidak pernah menolak tugas yang padahal dia sendiripun tidak tahu bagaimana menyelesaikan tugas yang diberikan kepadanya.

Namun dengan jalan seperti itulah ia sekarang diberikan kapasitas untuk membangun gedung 7 lantai! Lalu bagaimana dengan teman-teman saya yang menolak untuk menghadiri forum diskusi para calon pemimpin sekolah?

Saya berpikir untuk mencari kandidat lain yang dapat saya kader sebagai calon pemimpin sekolah kami di masa depan.

Jakarta, 6.09.2016.

Tidak ada komentar: