Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Pembaca, terima kasih untuk membuka lembaran catatan perjalanan saya ini. Semoga Anda mendapatkan sesuatu yang positif darinya. Namun jikapun tidak, semoga Anda tidak merasa telah membuang waktu Anda dengan sia-sia. Semoga kita selalu dibukakan pintu kemudahan dan kekuatan dalam menunaikan tugas kita masing-masing. Amin.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

29 Agustus 2016

Pergi ke Semarang

Penampakan Semarang dari Google map.
Bukan berlibur sesungguhnya yang sedang kami lakukan, saya dan teman-teman, ketika kami berangkat ke Semarang. Ini karena; kami hanya melakukannya dalam waktu yang singkat, yaitu hanya satu malam. Maka sesungguhnya kami sedang menjalani ketidakrutinan. Itulah yang kami lakukan ketika tujuannya adalah Semarang. Dengan waktu tempuh 45 menit via udara atau 6 jam bila moda kereta api sebagai pilihannya.

Melihat jejak Sam Poo Kong
Peta jaringan Kereta Api zaman Belanda di Lawangsewu.


Ya memang itulah yang kami jalani selama lebih kurang 30 jam berada di kota semarang. Sampai pukul 09.00 setelah harus menunggu di ruang tunggu terminal 2F tidak kurang 40 menit dari jadwal yang semestinya. Dan harus kembali dengan Argo Muria esok harinya tepat pukul 16.00.
Manikmati Bendungan Jatibarang dan Goa Kreo
Kebersamaan. Inilah yang kami dapatkan dalam perjalanan singkat kami ke Semarang. Bersama di ruang tunggu, bersama menunggu makanan yang dipesan datang tersaji, bersama dalam kendaraan yang kami sewa yag ketika pulang ternyata tidak banyak tempat untuk kami bisa duduk dengan nyaman mengingat kami harus berbagi dengan kardus oleh-oleh.
Semarang Timur dari atas menara Masjid Agung Jawa Tengah.

Jakarta, 29 Agustus 2016.

Tidak ada komentar: