Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

09 Mei 2011

Merencanakan Pulang ke Kampung

Saya harus merencanakan pulang ke kampung Juni ini. Bukan saja karena adanya akad nikah fdn walimah adik saya, yang menjadi amanah terakhir dari Bapak kepada saya sebelum Bapak meninggalkan kami anak-anaknya untuk selamanya, tetapi kareja dalam pulang kampung ini akan juga dibarengi dengan perjalanan pesiar bersama dengan keluarga kakak-kakak dari istri, yang memang tidak punya tradisi pulang kampung lagi. Sehingga pulang kampung bulan Juni ini harus saya diskusikan atau paparkan bersama kepada keluarga. Itulah maka kami bertemu dengan agenda tunggal, merencanakan pulang ke kampung.

Bersama keluarga yang berasal dari saya, pulang kampung bulan Juni akan menjadi sarana pemanasan sebelum pulang bersama Idul Fitri di akhir bulan Agustus nanti. Oleh karena itu pulang kampung akhir Juni ini, hanya memiliki tujuan utamanya, yaitu pernikahan adik.
Bersama keluarga istri, selain menghadiri walimahan pernikahan adalah pesiar keluarga. Itu momen tahunan yang seru menurut kami. Kami akan menggunakan transpotasi darat menggunakan kendaraan. Kami sekeluarga besar adalah penikmat jalan. hampir setiap dua jam dalam perjalanan, kami akan mencari tempat untuk beristirahat yang nyaman, meski hanya sekedar untuk membuang air kecil. Namun karena keterbatasan sarana, maka menggunakan kendaraan sewaan menjadi pilihan terbaik.

Kami merencanakan untuk berangkat dari Jakarta menuju Wojo, kampung kampung yang kami tuju, pada Rabu, 29 Juni 2011 pagi. Dalam agenda, hari berikutnya, Kamis, 30 Juni rombongan dari Wojo menuju Solo sebelum mampir untuk makan siang di Jejamuran atau makan ikan wader di Pakem, di Sleman.
Di Solo, tempat yang mungkin akan menjadi persinggahan adalah Laweyan, Arion, Klewer, Kauman, dan makan nasi liwet serta jangan ketinggalan mencicipi serabi dan tengkleng.

Jumat tanggal 1 Juli, perjalanan akan kami lanjutkan ke Gunung Kidul untuk melihat eksotika pantainya. Kami masih belum tentukan pantai yang mana yang akan kami kunjungi. Dari pantai, kami akan langsung menuju Kota Gede untuk melihat Perak dan coklat Monggo sebelum akhirnya bermalam di Yogyakarta hingga Minggu, 3 Juli. Yang rencananya kami akan berangkat kembali ke Jakarta.

Perjalanan Jakarta-Wojo-Jakarta, akan kami tempuh melalui rute selatan secara keseluruhan. Karena inilah jalanan yang paling kondusif untuk saat ini. Itu karena jalanan perbaikan di Subang, serta jalanan yang rusak di daerah Ketanggungan-Prupuk, serta Bumiayu yang akan menjebak kita dalam kemacetan.

Ini pilihan yang tidak biasanya untuk saya. Karena saya hampir selalu mengambil jalan menuju Wojo dari Jakarta melalui Pantura hingga Cirebon, untuk kemudian berhenti di Brebes guna membeli telur asin kesukaan saya, baru kemudian lanjut ke Bumiayu, Ajibarang, Purwokerto, Buntu, lanjut ke Wojo. Dan dari Wojo menuju Jakarta dari Wojo mengambil rute Wojo, Buntu, Wangon, Wanareja, Banjar, lanjut Bandung, Jakarta.

Kami berharap; Semoga kekuatan, kemudahan, dan keberkahan dari Allah untuk perjalanan kami sekeluarga nanti. Amin.

Jakarta, 8 Mei 2011.

Tidak ada komentar: