Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

13 Juni 2017

'Filosof' dan 'Fisikawan'

Kemarin, saya di daulat teman-teman guru untuk bercerita sebelum sebuah kegiatan berlangsung. Dan tidak ada bingkai waktu yang ditentukan kepada saya. Tapi, tetap saja saya tahu diri dan sesegera mungkin menyelesaikan cerita saya. Bukankah saya bercerita hanya sebagai pengantar kegiatan dan bukan kegiatan intinya itu sendiri?

Yang menarik adalah bukan cerita saya itu, tetapi ketika saya mengakhiri cerita saya dan kembali ke ruangan kerja dengan membawa serta secarik kertas potongan dari berita koran harian, datang di belakang saya seorang anak laki-laki yang duduk di kelas IV.

"Apa kertas yang Bapak tadi baca? Kenapa Bapak tidak membacanya semuanya? Saya penasaran dengan cerita yang Bapak potong-potong. Boleh baca Pak?" Kata anak didik saya itu ketika kami sudah di dalam ruangan kerja saya. Pertanyaaannya penuh antusias. Seperti rasa dahaga yang sirna begitu tegukan air memenuhi tenggorakan. 

Dan serta merta saya berikan potongan artikel tersebut kepadanya. Dan disambutnya dengan penuh hangat.

"Silakan duduk. Baca dengan lantang agar Pak Agus dapat membantu memberikan penjelasan jika ada kata yang kamu pikir asing dan susah memberikan artinya." Kata saya kepada anak itu sembari mengulurkan tangan saya yang memegang artikel.

Benar saja, anak itu membacanya tidak terlalu mulus. Karena artikel tersebut terdapat beberapa kata dewasa yang sulit dipahaminya sebagai anak SD. 

"Filofof apa Pak Agus?"
"Fisikawan apa Pak?" Kata anak itu.

"Filosof itu orang yang selalu tidak pernah berhenti berpikir. Sedang Fisikawan adalah oprang yang pintar di bidang IPA."

Jakarta, 13 Juni 2017.

Tidak ada komentar: