Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi
Showing posts with label PENTAS SISWA. Show all posts
Showing posts with label PENTAS SISWA. Show all posts

02 October 2020

Siswa Menulis

Berikut ini adalah kata pengantar saya untuk tulisan anak-anak, terhadap tugasku membuat laporan mereka tentang dampak Covid-19 dalam kehoidupan masyarakat. Dan ini memang sebatas tugas. Namun demikian sayang jika tulisan-tulisan itu tertumpuk dalam arsip penilaian. Maka atas prakarsa pustakawan sekolah, artikel yang berasal dari tugas peserta didik terhimpun dalam satu dokumen yang kemudian akan menjadi bagian sebagai penghuni perpustakaan sekolah. Dan berikut ini adalah pengantar saya;

Pengantar Pak Agus dalam Kumpulan Hasil Belajar ananda SMP Tentang Corona, Agustus 2020;

 

Dari Pak Agus,

 

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

 

Puji dan syukur kepada Allah SWT atas karunia iman, sehat dan keberkahan yang telah dilimpahkan kepada kita. Shalawat dan salam untuk nabi Muhammad SAW, kepada keluarganya, sahabatnya, semoga kita menjadi bagian dari pengikut setianya. Amin.

 

Alhamdulillah, bahwa saya memperoleh kesempatan untuk membaca karangan-karangan ringan dari siswa SMP tahun 2020 yang bertema Corona, yang menjadi bagian hidup kita di Jakarta, sejak Maret 2020. Yang membuat kita semua harus banyak beraktivitas di dalam rumah, termasuk juga di dalamnmya adalah kegiatan pembelajaran. Ruang kelas dengan semua properti yang ada, teman, suasana kantin pada saat istirahat sekolah, pelajaran olah raga, upacara bendera di halaman sekolah, Bapak atau Ibu Guru ketika mengajar di kelas, dan seluruh denyutnya, berhenti, dan semua beralih secara virtual.

 

Ini semua sebagai implikasi dari Corona, wabah penyakit baru yang penyebarannya sangat cepat. Maka regulasi pemerintah guna mencegah penyebaranya semakin cepat dan meluas, adalah melakukan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB. Harapan kita semua semoga pandemi Covid 19 yang melanda seluruh bangsa di dunia ini segera berakhir, yang memungkinkan kita semua kembali beraktivitas normal seperti sedia kala.

 

Dan dalam situasi seperti itulah, Ibu Salma, pustakawan Tugasku, mengumpulkan tulisa-tulisan anak-anak SMP yang bertemakan pandemi ini. Dan dari sinilah saya mendpat kesempatan menikmati tulisa-tulisan itu.

 

Ada tulisan yang memberikan data dampak Virus Corona ini dengan disertai sumber tuisannya, yang berupa kerugian dan akibat buruknya penyakit ini pada seluruh kehidupan manusia. Mulai dari dampak ekonomi, sosial, serta kesetannya. Menyeluruh, detil dan apik. Yang membuat saya berkesimpulan bahwa penulisnya menuliskannya dengan penuh kesungguhan dan tidak sekedar menyelesaikan tugas belajar.

 

Ada pula tulisan dengan tema yang sama, Covid 19, tetapi dalam ragam tulisan fiksi. Ini juga menarik. Selain ini menunjukikan kecenderungan penulisnya yang pandai, ini juga menjadi inspirasi bagi semua kita bahwa, tuisan fiksi berakar antara lain dari fakta-fakta kehidupan yang sama-sama kita alami bersama. Menarik sekali.

 

Dan pendokumentasian dari tulisan dalam buku ini, semoga menjadi kenangan abadi bagi anak-anak, dan juga sebagai ‘peninggalan’ kalian pada saat menuntut ilmu di bangku Sekolah Islam Tugasku. Jadi Pak Agus sampaikan ucapan selamat dan terimakasih.

 

Billahit Taufiq wal hidayah

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

 

Jakarta, 31 Agustus 2020

 

Agus Listiyono

22 January 2018

Pentas Drama Anak SMP

Pentas Drama dan Musik anak-anak SMPI Tugasku tahun pelajaran 2017/2018 berjudul The Lost History alhamdulilah telah berlangsung dengan sangat menarik dan memuaskan. Pentas itu berlangsung di Gedung Kesenian Jakarta, yang ada di daerah Pasar Baru, Jakarta,  pada hari Sabtu, 13 Januari 2018. Pentas ini menjadi kerja borongan guru-guru dan seluruh siswa yang ada. Guru bertanggungjawab kepada skenario dan seluruh kegiatan pementasan. Sementara anak-anak menjadi para pelaku dari cerita yang dibuat oleh guru.

Cerita The Lost History, adalah cerita fiksi. Cerita berawal dari tugas sekolah kepada 5 siswa untuk belajar di Perpustakaan dari para guru mereka. Tugas yang kemudian diprotes oleh para orangtua siswa yang kemudian datang ke sekolah untuk berjumpa dengan kepala sekolah dan guru guna menyampaikan keberatannya. Kehadiran lima sekawan tersebut diterima oleh penjaga museum, yang mengajak mereka untuk mengetahui para penemu Muslim yang merupakan cikal bakal bagi pengembangan teknologi yang kita nikmati hari ini.



Para ilmuwan itu adalah; Al Farabi, sebagai penemu not balok musik yang diperankan oleh kelas VIII A, Al Zahrawi sebagai penemu alat bedah operasi di rumah sakit yang diperankan oleh kelas VII B, Al Jazari sebagai penemu dasar pembuatan  mesin yang diperankan oleh kelas VIII B,  dan Sinan sebagai ahli arsitektur yang diperankan oleh kelas VII A.



Kegiatan berkunjung ke perpustakaan tersebut akhirnya mampu memberikan pencerahan kepada anak-anak tentang penemu Muslim di abad kegelapan, yang diramu dalam cerita penuh rasa kemanusiaan, dengan dibalut perebutan kekuasaan antara dua kerajaan, serta tentang ketundukan manusia kepada  Allah Swt semata.



Jakarta, 22 Januari 2018.

30 May 2017

Memberi Panggung pada Siswa SMP

Sabtu, 20 Mei 2017, berlokasi di gedung i3L, Pulomas Barat, Jakarta Timur, SMP Islam Tugasku mempertujukkan karya dramanya dengan judul cerita; Membaca dan Keajaibannya. Ini adalah drama pentas seni yang menceritakan tentang dahsyatnya membaca. Pemeran drama yang berlangsung secara live tersebuta adalah seluruh siswa SMP.

Diceritakan bahwa tokoh Fatih, yang pada awalnya menolak hadiah kakek berupa perpustakaan. Karena berharap mendapatkan hadiah smartphone termahal dari sang kakek. Tetapi jalan takdir berkehendak lain. Fatih mencoba membaca satu buku yang ada di perpustakaan itu. Dan jatuh hati dengan cerita yang dibacanya. Mulai dari sinilah dia menjadi sosok yang gemar dan terus menerus membaca. 

Ada Laskar Pelangi, Harry Potter, dan juga Muhammad Al Fatih, sang penakluk Konstantinopel dari Bani Utsmaniyah, yang menginspirasi dirinya untuk terus membaca buku-buku yang ada diperpustakaan, yang semula ditolaknya, yang merupakan hadiah ulang tahun dari kakek tercintanya. Inilah keajaiban buku yang didapatinya dari membaca.


Berikut adalah link dokumentasi pentas seni tersebut;
  • https://www.youtube.com/watch?v=5aiO0oifZws
  • https://www.youtube.com/watch?v=1kJKXJnoCB0
Jakarta, 30 Mei 2017

Memberi Panggung pada Siswa SD

KITA, Keindahan Tanah Airku, adalah judul drama yang dimainkan oleh 459 siswa SDI TUGASKU di panggung pertunjukkan secara live, dalam tajuk Pentas Seni. Kegiatan ini berlangsung pada hari Minggu, 21 Mei 2017, di gedung teater UBM, Pademangan, Jakarta Utara.

KITA, menceritakan tentang tokoh Mia yang mengalami gegar budaya ketika harus kembali ke Indonesia setelah masa kecil hingga menjelang remajanya tinggal di Eropa bersama ayah dan bundanya. Ia tidak siap berada dalam lingkungan yang dinilainya tidak seindah Eropa.

Anggapan itu berubah ketika ayah dan ibunya mengajaknya menjenguk kakek dan neneknya di Padang, Sumatera Barat dan ke Banyuwangi, Jawa Timur. Juga mengunjungi berbagai lokasi wisata lain di Indonesia.


Mia, akhirnya menemukan betapa Indonesia, tiada bandingannya. Indahnya, suburnya, ramahnya, beragamnya, harmoninya, tenteramnya. Rasa banganya kepada tanah airnya Indonesia ini ia deklarasikan kepada semua keluarga dan semua temannya.

Berikut link dokumentasi yang buat;
  • https://www.youtube.com/watch?v=oEUU8WuqlYk
  • https://www.youtube.com/watch?v=FxhnGXk0uc4
  • https://www.youtube.com/watch?v=oyVos_BlawY
  • https://www.youtube.com/watch?v=_sTNy2jYvLI
Jakarta, 30 Mei 2017

Memberi Panggung pada Siswa TK

Sabtu, 13 Mei 2017, berlokasi di ruang pertunjukan Kampus I3L, Jalan Pulomas Barat, Jakarta Timur, seluruh siswa dari Kelompok Bermain dan Taman Kanak-Kanak Islam Tugasku tampil di panggung pertunjukkan dengan percaya diri penuh dalam Operet akhir tahun berjudul Goresan Ceritaku. Pertunjukkan ini merupakan penampilan  terakhir siswa untuk tahun pelajaran 2016/2017. 
Goresan Ceritaku, yang menjadi judul dari pentas seni tahun 2017 ini, bercerita tentang liburan akhir tahun pelajaran. Dimana, dalam setiap liburan sekolah, seluruh anak akan memiliki kegiatan yang istimewa bersama sanak dan keluarganya. Dalam cerita ini, anak-anak menampilkan betapa indahnya nusantara. Seperti suasana liburan di Jakarta, pantai di Pulau Aru di Maluku, Bromo di Jawa Timur, dan juga Sipiso-piso di Sumatera Utara.
Goresan Ceritaku, skenario ceritera, tarian, aksi panggung, dan beberapa lagu yang menjadi soundtrack-nya,  merupakan hasil karya guru-guru KB/TK Islam Tugasku. Dikerjakan secara kolektif dengan penuh kegembiraan dan antusiasme. Alhamdulillah bahwa kegiatan ini menjadi kegiatan penutup tahun yang membahagiakan semua warga sekolah. Terimakasih atas semua dukungannya.
Ini link untuk dokumentasi yang saya buat;
  • https://www.youtube.com/watch?v=Vu0ch8ZFikc
  • https://www.youtube.com/watch?v=emYXU9E_q1Q
  • https://www.youtube.com/watch?v=dHgPOm5HMyQ
  • https://www.youtube.com/watch?v=cZdYhGAbRwQ&spfreload=5
  • https://www.youtube.com/watch?v=cZdYhGAbRwQ&t=23s
Jakarta, 30 Mei 2017.


19 June 2014

Bekal Hidup itu, Pentas Seni!


Mungkinkah kegiatan pentas seni yang kita laksanakan setiap tahunnya, dan diikuti oleh seluruh siswa tanpa terkecuali, baik untuk tingkat pendidikan di KB/TK, SD, dan SMP bermakna untuk hari depan anak-anak?

Ini adalah acara penyambutan tamu. Dilakukan oleh grup musik drum band di depan pintu masuk utama gedung pertunjukkan.

Menilik apa yang dikemukakan oleh Daniel Goleman tentang kecerdasan emosional, juga oleh Howard Gardner tentang kecerdasan majemuk, maka kami meyakini bahwa selain anak-anak mendapatkan bekal akademik, keberanian dan kepiawaian anak-anak dalam menyuguhkan potensinya di atas panggung dalam kegiatan semacam pentas seni, adalah sebuah keterampilan yang akan menjadi bekal dalam menopang kesuksesan mereka di masa depannya. Dari keyakinan itu jugalah kami selalu mengajak keterlibatan para siswa untuk turut serta dalam mengambil peran semaksimal mungkin dalam kegiatan tersebut.
Siswa kelas TK B berada di penggung bersama Bapak dan Ibu Guru dalam kegiatan Pensi TK.

Di SD, keterlibatan siswa antara lain  dalam membuat puisi untuk kemudian dijabarkan oleh guru dalam scenario, atau juga menjadi syair lagu yang akan menjadi soundtrack dalam cerita. Demikian pula di SMP, siswa sudah menjadi bagian dari pembuat cerita dan scenario selain juga membuat lagu-lagu soundtracknya. Inilah yang menjadi keyakinan kami semua untuk selalu menyuguhkan Pensi sekolah lebih baik dan berbeda pada setiap tahunnya, pada setiap jenjang sekolah yang ada di sekolah kami. Yaitu di tingkat KB/TK, SD, dan SMP.
Undangan untuk hadir pada kegiatan Pensi SMP.

Kita semua berharap kiranya usahanya ini benar-benar dapat anak nikmati manfaatnya sebagai bagian dari proses anak-anak melakukan kegiatan pembelajaran.  Semoga Allah selalu memberikan ridhoNya. Amin.

Jakarta, 13-19.06.2014.

13 June 2014

Pentas SD 2014

Buku Pentas yang alhamdulillah terus menuju perbaikan.
Untuk kesekian kalinya, saya menghadiri sebuah pementasan karya guru dengan pemeran 450 siswa di jenjang SD dimana saya berada di dalamnya. Dan selalu, dalam setiap pentas yang ada itu, kegembiraan dan kebahagiaan menyelimuti sanubari dan pikiran saya. Inilah sebuah pentas yang melibatkan seluruh potensi kepintaran dari para guru-guru dan seluruh siswanya.

Dan yang menjadi puncak tema dalam cerita pentas kali ini adalah kesedihan. Benar-benar kesedihan yang sesungguhnya. Karena itu, tidak malulah kalau saya harus mengeluarkan saputangan dan membuka kacamata, untuk mengusap sekering-keringnya airmata yang benar-benar mengucur karena sahdunya cerita yang ada di akhir tema itu.

Ini mungkin sebagai salah satu pembeda diantara cerita pentas yang selama ini guru-guru rancang dan para siswa suguhkan. Karena sebelum ini, cerita selalu berakhir dengan bahagia. Tetapi bukan berarti bahwa cerita dari pentas kali ini hanya berujung kepada kesedihan saja, tidak juga. Karena dari kesedihan yang berupa kematian ayahanda sang tokoh utama dalam cerita, Zen, justru pada titik dimana Zen sendiri sedang berada pada titik keberhasilan yang sangat membanggakan. Maka tidak salah jika saya menangis mengikuti cerita tersebut karena terharu.

Beginilah gambaran pentas yang saya ambil fotonya;
Sebuah atraksi peyambutan di pintu masuk utama gedung.
Acara pentas benar-benar baru dimulai. Tampak beberapa orangtua siswa sedang bersiap menyaksikan pertunjukkan.

Apa pelajaran buat saya sendiri dari sebuah kagiatan tahunan kali ini? Tidak lain adalah kebanggaan buat teman-teman saya yang masih berusia diantaranya 30an itu. Mereka begitu antusias menyingsong kegiatan tahunan ini dengan begitu semangat. Semangat untuk mengeksplorasi satu sama yang lainnya. Karena kegiatan ini selalu dilaksanakan dalam satu tim dan bukan dalam perorangan.

Saya belajar juga bagaimana teman-teman guru itu bernegosiasi untuk membuat alur sebuah cerita yang manarik dan berbeda. Menarik dengan memperhatikan prediksi pergerakan emosi penonton atas suguhan yang mereka tampilkan nantinya. Prediksi ini kadang menjadi masukan yang bagus sebuah penyusunan skenario.

Juga yang berbeda. Setidaknya berbeda dengan tema cerita yang sebelum-sebelumnya ada. Dan jika memungkinkan berbeda juga dengan alur berpikir kami sebagai penonton kebanyakan. Dan karena negosiasi, maka dalam komite itu akan tampak  karakter teman-teman secara vulgar. Dan ini juga menjadi wahana belajar luar biasa. Inilah kaderisasi kepemimpinan secara alami menurut saya. Dan semoga proses inilah yang menadikan kami selalu berpikir dan berjuang untuk selalu mendapatkan yang lebih baik secara terus menerus berkelanjutan.

Jakarta, 13.06.2014.

27 March 2014

Ingat Pergelaran 'Klompencapir"

Pagi itu, dalam kegiatan assembly siswa di TK, atau kegiatan pertunjukkan kelas yang bertema sumber daya alam Indonesia. Hadir dalam kegiatan yang rutin dilaksanakan oleh TK tidak kurang dari 5 kali tersebut adalah para orangtua siswa, pengunjung, utamanya saya sendiri, dan pastinya guru-guru sendiri sebagai kreator dalam kegiatan tersebut. 
Salah satu sudut dari karya siswa.

Cerita yang anak-anak suguhkan dalam bentuk drama, musikalisasi, dan tari itu, sungguh telah mengingatkan saya kepada sebuah pergelaran di masa lalu yang relatif sering dilakukan dan disiarkan tv pada saat Bapak Presiden Soeharto blusukan ke lokasi pertanian dan melakukan dialog dengan mereka. Itulah yang bernama klompencapir. Saya sendiri lupa kepanjangan dari singkatan ini. Namun yang pasti, klompencapir tersebut adalah kelompok pertanian yang melakukan talk show bersama presiden.

Maka pagi itu, di hall sekolah yang disulap menjadi panggung pertunjukkan, dan ruangan pengunjung, anak-anak dari usia tiga setengah tahun hingga usia lima setengah tahun beradu akting. Menyenangkan dan membuat kepala saya lebih tegak karena berpikir.

Secara singkatnya, datanglah seorang kepala negara disertai staf dan pengawalnya ke sebuah acara talk show pertanian dengan para petani. Maka kepala negara itu disuguhi berbagai karya petani dan petambang, dengan berbagai hasil pertanian dan pertambangannya. Tentu itu merupakan pertunjukkan yang memberikan gambaran betapa kayanya kita.

Tentu ini bukan sekedar pertunjukkan. Karena ini adalah pertunjukkan yang merupakan selebrasi atas berakhirnya sebuah kegiatan pembelajaran dalam satu tema. Maka pertunjukkan tersebut adalah puncak temanya. Dan karena sebagai selebrasi, maka seluruh orangtua hadir untuk 'menikmati' bagaimana putra-putrinya menampilkan hasil belajarnya dalam satu tema tersebut.

Sebagai konklusinya, saya sendiri menjadi berdecak kagum dan merasa bangga dengan apa yang telah dan sedang guru-guru lakukan dalam pembelajaran dalam tema sumber daya alam Indonesia itu. Sungguh sebuah kegiatan yang memberikan gairah untuk terus bergerak dan berbeda dari satu kegiatan ke kegiatan yang lainnya. Sungguh menakjubkan hasil dari sebuah keinginan untuk terus berubah!

Jakarta, 27 Maret 2014. 

16 June 2013

Pentas Seni Sekolah

Hari itu,  Sabtu tanggal 15 Juni 2013, saya harus pontang panting mengunjungi kegiatan akbar untuk semua komunitas sekolah, yang reguler dilaksanakan pada setiap akhir tahunnya. Pontang panting karena secara kebetulan hari ini saya harus datang untuk 2 acara yang relatif sama dari dua sekolah yang menjadi bagian dari amal bakti saya. Acara di Thamrin, Jakarta Pusat, adalah acara yang menjadi bagian penting dan prioritas, yang harus saya kunjungi menjadi acara pertama saya di pagi hingga siang hari. Sedang acara berikutnya, saya harus kejar dalam waktu kurang dari satu jam, dengan jarak yang lebih kurang 12 kilometer.

Alhamdulillah, bahwa dua acara itu saya dapat datangi dengan tuntas. Sejak awal acara dimulai hingga akhir. Semua menjadi pengalaman yang luar biasa untuk sebuah penutup tahun pelajaran.

Meski sesungguhnya ada dua acara untuk dua sekolah yang berbeda tetap menjadi bagian jelek saya. Karena untuk dua acara tersebut saya tidak mungkin lagi hadir. Satu acara akhir tahun di Balai Kartini, Jakarta Selatan. Dan satunya lagi di Gedung Nyi Ageng Serang di Kuningan, yang juga di Jakarta Selatan. Ini karena dua acara tersebut sama waktunya dengan yang terpaksa saya kalahkan dengan skala prioritas tadi.

Apa yang menarik dari Pentas Akhir Tahun yang saya hadiri di pagi hingga siang itu? Adalah proses kebersamaan! Kebersamaan dalam kerangka membangun sebuah komunitas pembelajar, itulah yang begitu menarik untuk saya buat catatan disini.

Itulah cita-cita kami ketika kami bersama-sama guru berdiskusi bersama tentang bagaimana mengembangkan sebuah kegiatan yang tidak monoton. Sebuah kegiatan yang selalu kami bangun dari statmen; Kita coba sesuatu yang belum pernah kita lakukan sebelumnya?

Dari pernyataan itulah, kami selalu jalani masa depan dengan eksplorasi. Dan sebagai perjalanan eksplorasi, maka disana SOP yang menjadi kesepakatan kami telah kami kibarkan. Dengan semangat eksplorasi itulah kami selalu memperoleh pembelajaran baru yang akan mendatangkan kebahagiaan yang tiada kira. Kebahagiaan atas diperolehnya pengalaman baru yang seolah berujud 'penemuan baru'!

Itulah kebahagiaan dari sebuah proses pembelajaran bersama di arena Pentas Seni sekolah yang reguler kami selenggarakan sebagai penutup tahun pelajaran. Alhamdulillah.

Jakarta, 15-16 Juni 2013.