Makan
Apa sih kepentingan makan untuk saya khususnya? Supaya kenyang karena untuk memenuhi rasa lapar? Karena rasa ingin mencicipi saat panorama makanan yang menggiurkan?
Nah jika demikian, apa menjadi penting dengan apa yang saya makan? Atau dari mana asal muasal makanan yang saya santap? Bagaimana proses bahan makanan itu hingga datang di meja makan?
Juga baru saya sedikit tahu, dan memancing otak saya untuk mudeng saat badan saya tidak lagi proporsional. Meski terlambat ilmu datang. Tapi itulah nyatanya.
Saat waktu makan saya tiba, normalnya nasi saya tuang di piring dengan lauk pauk yang tersedia diletakkan di dalamnya. Plus kuah dan sayur bila ada. Menjadi satu. Menjadi sejenis adonan. Menjadi nasi rames. Ini sudah menjadi bagian dari hidup. Bagaimana jika nasi bungkus?
Namun di museum makan ini, nasi yang saya nanti tidak juga tiba dihidangkan. Makanan datang bertahap sembari mendengar kisah makanan yang tersaji. Bahan apa, bagaimana memasaknya, bagaimana menyajikannya, apa faedahnya, dan juga bagaimana para kaisar menyantapnya...
Wah, harus bersabar. Walau saat nasi tiba, ternyata tidak lebih dari sepertiga porsi nasi bungkus warung Padang volumenya. Sedikit... Dan itu, saat perut saya sudah tersimpan nyaris penuh...
Oh, nasib. Bahwa hanya untuk sekedar makan pun, saya harus belajar. Dan badan bentuknya sudah tidak lagi standar. Apa boleh buat, saya memang harus belajar makan…



No comments:
Post a Comment