Masjid Raya Samarinda

Masjid Raya Samarinda

Sianok

Sianok
Karunia yang berwujud keindahan sebuah ngarai.

Drini, Gunung Kidul

Drini, Gunung Kidul

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Dari Bukit Gundaling, Berastagi.

Senggigi

Senggigi

03 August 2026

Refleksi ke Hutongs…

 














Baru saja saya membaca bagaimana Minke, dalam Novel Bumi Manusia-nya Pramudya Ananta Tur, begitu mengagumi Ratu Kerajaan Belanda yang beru saja dilantik menjadi ratu. Ngak kebayang itu bagaimana seorang murid HBS di Surabaya 'jatuh hati' dengan ratu?

Mungkin seperti perasaan saya saat membeli buku tulis yang bergambar Yessy Gusman dulu. Atau pasti lebih menggetarkan adrenalin karena Minke ada di awal abad 20 sementara buku tulis yang saya miliki ada di akhir abad 20.

Ya begitulah momentum, peristiwa, dan kondisi menumbuhkan suasana dan atmosfir di dalam hati namun tetap dalam parameter yang tidak sama. Selalu ada landasan atau persfektif untuk melihat dan menilai sehingga memaklumi bahwa beda disini memang benar adanya. Jadi pada rasa yang sama, namun di koordinat yang beda.

Juga saat Daendels membangun Jalan Raya Pos dari Anyer sampai Panarukan. Dan akhirnya pohon-pohon asam jawa di tanamnya, yang akhirnya menjadi ikon bagi yang melintasnya. Semua dibuat dari sebelumnya tidak ada, belum ada, yang sebelumnya biasa saja, menjadi kenangan dan tercatat sejarah.

Begitulah visi lahir kemudian diejawantahkan dalam bentuk kerja nyata. Yang banyak orang akan mengingkari atau minimal mencibir penuh pesimisme hanya karena tidak mampu membayangkan bagaimana dunia yang diidamkan di depan. Dan baru insyaf nanti setelah visi itu menjadi nyata.

Insyaf dan sesal datang selalu kemudian setelah sumpah serapah dan kalimat merendahkan terlanjur tercatat dalam notulensi kehidupan.

Dan di lokasi ini (Shichahai dan Hutongs), saya benar-benar menapaki jalanan panjang berliku yang padat. Penuh wisatawan. Dengan kanan kirinya penuh toko jajanan dan oleh-oleh. Kok bisa ya, kami jauh-jauh datang dan menjadi bagian dari wisatawan?

Iri sih sejujurnya. Kapan kira-kira pemangku kepentingan di negeri saya ini ada yang punya visi dan mampu mengekskusi?

Kapan? Bahkan Pemilu pun telah berulang kali...

 

No comments: