Susur Desa
Seperti melihat beberapa lembaran yang sudah berlalu di dalam buku tulis saya. Karena saat ini berlangsung, ternyata telah ada pada halaman yang tertutup di bagian tengah. Iya, benar-benar menjadi risi dan malu sendiri. Mengapa tidak dibuat saja seperti ini di kampung halaman.
Hihihi…
Seperti kalimat pengingat; rumput di halaman tetangga lebih hijau dari rumput di halaman sendiri.
Sedang halaman saja sudah tidak ada. Bagaimana mungkin ia melahirkan ide lalu menjadi prakarsa rencana aksi?
Yah, positif saja.
Yakin saja dulu. Karena harapan selalu akan lahir untuk masa depan. Sepanjang desa masih ada, kampung juga masih, insyaallah masih ada jalan bercabang yang bisa menjadi alternatif.
Yakin saja...
InsyaAllah..



No comments:
Post a Comment