Ada antusiasme begitu bus rombongan parkir di lokasi pendakian ini. Yaitu tekad untuk berada pada bantaran landai yang menjadi puncak dari Tembok Besara China ini. Terutama ketika paspor saya, yang adalah anggota rombongan paling senior di Bus 1, sebagai password di gerbang tiket masuk.
Saya menyempatkan untuk melihat sekeliling saat berdiri di halaman yang luas dan tinggi. Dengan bersandar pada pagar kokoh sebagai pembatas tebing yang dalam. Hanya hijau yang terhampar di bawah langit yang membiru bersih dari polusi. Hebat bukan main.
Setelah selesai foto bersama di tanggal awal, saya segera menginjakkan kaki di tangga demi tangga, saya pada pos tertentu selalu, lagi-dan lagi, menyempatkan diri untuk memutar kepala guna melihat lanskap pemandangan yang hijau, dengan udara panas yang menyisakan panasnya di trey tangga yang berfungsi sebagai pegangan.
Pada titik Dimana posisi sudah tinggi, terpikir untuk tidak meneruskan hingga ke puncak. Saya mencoba mengukur diri, taku bila harus menemui hambatan dikala tidak ada teman yang di dekat. Juga menghitung waktu yang dibutuhkan untuk berkumpul.



No comments:
Post a Comment